Good News From UTM

TIPS MENJADI MAHASISWA BERPRESTASI UTM

TIPS MENJADI MAHASISWA BERPRESTASI UTM

Narasumber     : Yuli Maulidiyah (Juara 3 Mawapres UTM 2017)
Reporter          : Erly Matus Sa’idah (Early wantabe) / Mahasiswa Pend. Informatika UTM
                  Yuk kenalan dulu. Siapa itu Yuli Maulidiyah? Beliau adalah mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura program studi Teknologi Industri Pertanian 2014. Selain menyabet juara 3 Mawapres 2017 tingkat universitas, beliau juga dikenal sebagai sosok bersuara merdu qori, dan vokal banjari asrama maupun remaja masjid. Di samping berorganisasi, beliau  juga menjadi pengurus asrama serta asisten praktikum di fakultas pertanian. Yuk kita simak  wawancara kali ini bersama kak Yuli.
Apa saja yang dipersiapkan untuk menjadi mawapres sehingga kak Yuli bisa juara 3 mahasiswa berprestasi UTM?
Persyaratan umum mengikuti mahasiswa berprestasi adalah prestasi, IPK, Karya Tulis Ilmiah, dan bahasa Inggris. Maka saya menyiapkan hal-hal tersebut seperti melatih kemampuan menulis dengan mengikuti lomba karya tulis ilmiah sebelumnya, dengan meminta bimbingan dari dosen dan kakak kelas. Kemampan berbahasa inggris dengan melatihnya setiap hari seperti belajar berbahasa inggris ketika presentasi, mencari kata-kata yang sulit untuk dibahasainggriskan dan memakai bahasa inggris ketika ngomong dengan teman kos.  Hal lainnya seperti mengumpulkan sertifikat, dengan cara mengikuti event-event penting, mengikuti lomba sebagai juara maupun finalis, dan juga melihat video-video mawapres tahun lalu. Saya juga tak lupa bermodalkan doa, baik doa sendiri, teman bahkan orang tua.
Apakah benar juri mawapres galak? Bagaimana cara kak Yuli agar bisa meluluhkan hati para juri?
 Sebenarnya tidak galak. Sepintar-pintarnya kita menyikapi juri, mengerti pertanyaanya, dan kira-kira pandangan juri seperti apa. Cukup kita mengejar nilai positif atau tambah dari juri, seperti memakai bahasa inggris pada saat presentasi.  Menurut saya menantang mengikuti mawapres karena sebagian besar juri sudah profesor. Presentasi di depan beliau merupakan suatu kebanggaan. Saya juga berusaha karena itu nilai penting, perjuangan yang betul-betul berat apalagi tingkat niversitas, karena saingan lainya juga pintar dalam bidangnya dan saya cukup mengandalkan kekuatan doa.
Apa saja pengalaman berkesan selama menjadi mahasiswa UTM, melalui perlombaan-perlombaan atau hal lainnya?
Karena jurusan TIP, setiap hari menghabiskan waktu di kampus atau di lab. Kebetulan saya asisten praktikum sering pulang malam karena menemani adik-adik yang sedang praktikum. Lomba mawapres itu paling berkesan karena dengan perjuangan yang segitu ya alhamdulillah tidak mengecewakan. Perlombaan lainnya juga yang paling berkesan ketika ikut MTQ, seperti kemarin di UM dan UB tingkat nasional yg diikuti 281 universitas yang ada di indonesia. Yah pastinya ketemu banyak teman baru. Menjadi delegasi kampus itu tidak mudah. Butuh  tanggung jawab besar karena membawa nama kampus. Hampir 3 tahun kuliah jadi ya banyak aktivitas-aktivitas seperti ikut grup banjari remas dan asrama, istilahnya itu hobi yang menyenangkan. Dari situ sering mendapat undangan, jadi ya selain mencari uang, mencari pahala, mencari temen dan mencari pengalaman. Itulah kegiatan sehari-hari Selain fokus kuliah, asrama, lab, juga kegiatan-kegiatan religi.
Bagaimana  gaya belajar kak Yuli serta cara membagi waktu di sela-sela kesibukan kuliah dan juga pengurus asrama?
“Dulu saya sempat mengikuti tiga UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) ditambah mushahil, karena sering bentrok rapat ini itu, yah harus ada yang dikorbankan. Menjadi pengurus asrama itu kegiatannya jauh lebih padat daripada UKM. Ngelist tugas tiba-tiba ada rapat ini itu dan mengorbankan istirahat kita, maka lemburnya di malam hari karena pagi sampe sore di kampus,  menyelesaikan tugas-tugas ngoreksi dan sebagainya. Gak tidur itu sudah menjadi hobi, maghrib-isyak kegiatan asrama. Terkadang  rapat hingga pukl 22.00, setelah itu baru free hingga pagi. Shubuh sampai  pukul 06.00 itu kegiatan asrama lagi. Setelah  itu langsung kuliah hingga sore, jadi ya waktu kosongnya cuma malem aja, lembur sudah biasa dan menjadi kebiasaan, mau tidak mau harus begitu”
Adakah  saran untuk mahasiswa UTM agar bisa berprestasi seperti mbak yuli?
            “Sebagai mahasiswa yang harus benar-benar amanah terhadap tanggung jawabnya untuk menuntut ilmu sebagaimana yang diharapkan orangtua. Jangan sampai membuat mereka kecewa, berusaha semaksimal mungkin mewujudkan apa yang mereka cita-citakan. Selain itu, sebagai manusia biasa yang ingin terlihat baik maka kita harus bisa bermanfaat bagi orang lain dengan sekecil apapun yang kita miliki. Insyaallah ilmu kita barokah. Prinsip saya lebih baik mendapatkan sesuatu yang diperoleh dari kejujuran meskipun itu menyakitkan daripada sesat yang luar biasa tetapi diperoleh dari sebuah kebohongan. Karena hidup itu menurut saya hanya mencari ridho Allah. Jadi, selalu meminta perlindungan-Nya dari hal-hal negatif. Kalo ingin sesuatu atau sukses dalam segala hal harus ada yang dikorbankan.
Apa harapan mbak Yuli untuk Media UTM?
            Harapan saya semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Memberikan informasi aktual dan faktual, semakin dikenal masyarakat dengan prestasi-prestasinya, dan semoga apa yang dilakukan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Mau kenal lebih jauh lagi ke kak Yuli, cek akun:
Instragram       : @I_kholiediyah
Youtube          : L Kholiediyah



Previous
Next Post »